Monday, February 25, 2008

[CERITA2] : Bali & Matano Miner


Hampir dua bulan ini Opu Sayang gabung di Team Rugby-nya INCO, "Matano Miner". Opu Sayang excited sekali, semangat sekali pergi latihan. New thing in his life.

Tanggal 21 - 23 Maret nanti mereka akan ke Bali untuk pertandingan persahabatan dengan Team Sangatta. Sampe sekarang ini mereka belum bagi posisi, masih latihan teknis dan fisik. Mudah-mudahan ada rejeki lebih jadi saya bisa ikut juga, heheheheheeeee........

Sejauh ini yang ikut cuma beberapa orang. Apa ada cadangannya nda yah mereka? kalo orang kantorku yang ikut Andy Kelman sama Matt Stephens, trus ada beberapa orang INCO dan Trakindo juga yang gabung. Mudah2an Matano Miner menang. Hurray!

Saturday, February 23, 2008

[CERITA2] : Road to 9 Months of Marriage

Alhamdulillah........ Sudah mau masuk 9 bulan pernikahan. Apa yang special yah selama 1 bulan terakhir ini? Ada yang semakin egois kayaknya, hehehheheeeee...... Nda ji, Sayang. Just kidding jiiiiii. Tapi memang kayaknya 1 bulan ini Opu Sayang turns into small core cable yang lebih mudah mengalami korslet, hehehheeee...... Mungkin karena capek setelah bekerja kurang lebih 12 jam sehari, Senin sampai Sabtu.
Senang juga rasanya komunikasi kami lebih terbuka dan lebih buka-bukaaan. Pokoknya kalo itu menyangkut kebaikan bersama, saling tarik urat leher nda papa, asal uneg2 hati bisa keluar :) Love my husband.
banyak hal yang sudah kami lewati, dan kami yakin masih banyaaaak sekali hal yang akan kami jalani. Kadang kami berjalan tegak bergandengan dengan ketawa-ketiwi, beberapa kali kami jalan beriringan tanpa bergandengan tangan, beberapa kali dia berjalan di depan saya ataupun sebaliknya, terkadang kami sama-sama berjalan dengan langkah yang terseok-seok. Setelah 8 bulan berbulan madu, blank akan rencana dan aslinya menikmati hidup, memasuki 9 bulan ini kami sudah memikirkan untuk serius membangun kehidupan dan segala aspeknya. Anak, rumah, hubungan antar individu, aset, rencana, mimpi, semua perlahan-lahan menjadi bahan pembicaraan. Semua perlahan-lahan menjadi topik yang mengambil 1 atau 2 jam di kehidupan rumah tangga kami. dan meski kami tidak tahu akan bagaimana hidup di depan, kami tetap mengusahakan yang paling baik, dan mengharap yang terbaik dari Allah untuk hidup kami. Kami percaya, sangat percaya pada keajaiban kesungguhan doa dan permohonan yang kami panjatkan kepada Allah, SWT untuk hidup kami.
Kami akhirnya mulai sadar bahwa pernikahan itu memang sebuah kehidupan di atas perahu. Tidak akan pernah kita berlabuh. Sekali berlabuh, itu artinya kita berpisah, atau salah satu telah berpulang sehingga perahu butuh untuk ditambatkan. Sementara jika masing-masing dari kami masih ingin bersama, maka perahu tidak akan pernah singgah lama, dia akan terus berlayar melampaui tempat dan masa. Kitalah yang memilih jalur, apakah perahu itu akan advonturir di lautan ganas penuh ombak, atau mengarahkannya ke tempat2 eksotis penuh cahaya dengan siang dan malam yang berganti, dan ombak yang hanya sekali-kali tinggi.
Sekarang ini, kami tengah melintasi pulau-pulau indah dengan pantai berair jernih, sejuk di hati kami. Mana tahu siapa sangka besok bisa jadi badai datang. Kami cuma memohon untuk tidak dikeraskan hati kami, tidak dilepasnya genggaman tangan kami. Kalaupun cinta tidak cukup sebagai alasan untuk kami tetap dimuluskan jalannya, maka kami akan selalu mencoba menjadikan cinta ini sebgai ibadah, agar kami tak pernah berhenti beribadah, memuja Allah, mensyukuri nikmat-Nya, membagi rejeki-Nya, menjalankan perintah-Nya, lewat cinta kami.
Road to 9 months, wish for everything's better than before